Tahu gak, sejak ponakan saya masih berusia sekitar empat bulan, saya sudah punya kebiasaan kecil yang sampai sekarang masih saya lakukan: mengajaknya jalan-jalan keluar rumah.
Gak harus ke tempat yang mahal atau jauh. Yang penting dia bisa melihat suasana berbeda, bertemu orang lain, dan punya pengalaman baru di luar rumah.
Seminggu sekali rasanya seperti sudah menjadi jadwal tidak tertulis. Kadang saya pergi bersama mama papanya, tetapi ada juga waktunya saya “culik” sebentar supaya kami bisa punya quality time berdua. Hihihihi…. Tentu saja tetap izin dulu, ya. Namanya juga ponakan kesayangan, masa mau diculik beneran?
Playground jadi Tujuan yang Menyenangkan
Waktu usianya masih di bawah satu tahun, bentuk jalan-jalannya pun macam-macam. Pernah ikut lomba merangkak, diajak ke pusat perbelanjaan, sekadar berjalan-jalan melihat keramaian, sampai bermain di area yang memang dibuat untuk anak-anak.
Sekarang ketika usianya sudah lebih besar, playground anak menjadi salah satu tujuan yang paling menyenangkan.
Buat saya, bermain di playground bersama ponakan bukan cuma soal membuat dia senang. Saya ingin mengenalkan dunia sedikit demi sedikit kepadanya.
Ada anak-anak lain yang bisa diajak bermain, ada permainan yang membuatnya aktif bergerak, dan ada situasi sosial yang mungkin gak dia dapatkan ketika hanya berada di rumah.
Saya sih senang melihat bagaimana anak kecil belajar dari hal-hal sederhana. Dari awalnya malu mendekati permainan baru, kemudian mencoba, jatuh, bangun lagi, lalu tertawa seolah gak terjadi apa-apa.
Dari situ saya merasa bahwa aktivitas fisik anak ternyata bisa menjadi proses belajar yang menyenangkan.

Bikin Lupa Waktu?
Apalagi saya memang cukup sering menemani ponakan bermain. Jadi, bukan cuma dia yang belajar mengenal lingkungan, saya juga belajar memahami perkembangan dan kebutuhannya. Kadang dia ingin berlari ke sana-sini, kadang ingin ditemani naik perosotan, atau tiba-tiba meminta saya ikut bermain.
Dan di sinilah saya biasanya lupa waktu.
Saya yang awalnya bilang, “Sebentar saja, ya,” bisa mendadak sadar bahwa sudah cukup lama berada di playground. Belum lagi kalau ada momen lucu yang sayang dilewatkan.
Saya mengambil foto dan video anak, mengecek hasilnya, lalu kembali menyimpan ponsel karena harus mengejar si kecil yang sudah pindah ke permainan berikutnya.
Oh ya, menemani anak bermain ternyata membuat saya lebih sering menjadi orang dewasa yang ikut bermain daripada sekadar duduk mengawasi. Saya ikut tertawa, ikut berlari kecil, membantu ketika dia kesulitan, sampai sesekali harus siap menggendong kalau tiba-tiba sudah lelah.
Itulah kenapa bagi saya, bermain bersama ponakan bukan sekadar kegiatan mengisi waktu luang. Ada quality time, aktivitas fisik, interaksi sosial, sekaligus kesempatan untuk menciptakan kenangan yang mungkin suatu hari nanti akan kami ingat kembali.
Tapi ternyata ada satu hal yang kadang ikut “terbawa” ketika saya terlalu menikmati momen tersebut: mata saya.
Seru Mainnya, Tapi Mata Mulai SePeLe

Main di playground memang asyik. Mau indoor maupun outdoor, keduanya punya keseruan masing-masing. Kalau bermain di dalam mall, suasananya biasanya lebih adem dan nyaman. Anak bisa bebas bermain sementara saya duduk di dekatnya atau ikut mendampingi.
Namun, udara dingin dari pendingin ruangan kadang justru membuat mata saya terasa kurang nyaman. Ada kalanya ketika angin AC langsung mengenai wajah, mata mendadak terasa pedas atau sepet. Saya biasanya mengira itu cuma sebentar dan akan hilang sendiri.
Kalau sudah begitu, saya mulai sadar bahwa Mata SePeLe ternyata gak selalu berarti sesuatu yang boleh disepelekan.
Kalau outdoor justru ceritanya sedikit berbeda. Saya suka suasana playground terbuka karena anak bisa bergerak lebih bebas dan mendapatkan pengalaman bermain di ruang terbuka. Angin alami juga membuat suasana terasa menyenangkan.
Tapi namanya aktivitas outdoor, ada saja tantangannya. Udara panas, debu, dan angin yang cukup kencang kadang membuat mata saya kembali terasa pedas. Apalagi kalau sedang asyik menemani ponakan bermain, saya sering gak sadar bahwa mata mulai terasa kurang nyaman.
Saya sih awalnya menganggap itu sekadar efek biasa karena terlalu lama berada di luar ruangan. Apalagi kalau setelah pulang keluhannya berkurang. Namun, ada kalanya rasa sepet dan pedas muncul ketika saya masih harus menemani ponakan bermain.
Pernah suatu kali dia sedang semangat-semangatnya mencoba permainan baru. Saya tentu gak mungkin meninggalkannya hanya karena mata mulai terasa gak nyaman. Akhirnya saya tetap mendampingi sambil sesekali mengedipkan mata dan mengalihkan pandangan dari layar ponsel.
Tahu gak, kebiasaan terlalu lama melihat layar HP juga bisa membuat saya kurang berkedip. Padahal ponsel sering saya gunakan untuk mengabadikan tingkah ponakan. Satu video, dua video, lalu mengecek hasilnya. Begitu melihat sesuatu yang lucu, saya ambil foto lagi.
Di situ saya mulai menyadari bahwa mata sepet saat bermain bukan cuma soal berada di luar ruangan. Kebiasaan selama menemani ponakan juga ikut berpengaruh. Terlalu fokus melihat layar, lupa berkedip, ditambah paparan angin atau debu, membuat mata terasa semakin gak nyaman.
Karena penasaran, saya kemudian mencari tahu lebih banyak tentang kondisi tersebut. Dari situ saya mengenal istilah Gejala Mata Kering. Ternyata beberapa keluhan yang saya rasakan seperti mata terasa kering, sepet, perih, atau lelah memang termasuk gejala yang perlu diperhatikan.
Saya tentu gak ingin pengalaman bermain bersama ponakan berubah menjadi momen yang terganggu karena mata. Justru karena ingin terus aktif menemaninya, saya merasa perlu lebih peduli terhadap kondisi diri sendiri.

5 Hal yang Saya Sadari Setelah Sering Menemani Ponakan Bermain
Setelah cukup sering mengajak ponakan bermain, saya justru mendapatkan banyak pelajaran yang gak hanya berkaitan dengan anak. Ada beberapa hal sederhana yang sekarang semakin saya sadari.
1. Anak Belajar Banyak dari Aktivitas Sederhana
Bermain di playground ternyata bukan cuma soal membuat anak bergerak. Dari permainan sederhana, anak belajar mencoba, menunggu giliran, berinteraksi, dan menghadapi situasi baru.
Saya sih senang melihat proses itu secara langsung. Ada kepuasan tersendiri ketika melihat ponakan yang awalnya ragu akhirnya berani mencoba permainan yang baru dikenalnya.
2. Aktivitas Fisik Anak Itu Penting
Anak-anak memang punya energi yang seolah gak ada habisnya. Berlari, memanjat, melompat, dan bermain bersama anak lain membuat tubuh mereka aktif.
Buat saya sebagai orang dewasa yang menemani, ini sekaligus menjadi pengingat bahwa aktivitas fisik juga penting untuk dilakukan bersama. Jadi bukan cuma anaknya yang bergerak, saya pun ikut aktif.
3. Quality Time Ternyata Gak Harus Mahal
Dulu saya berpikir mengajak anak jalan-jalan harus punya tujuan khusus. Setelah sering bersama ponakan, saya malah merasa hal sederhana seperti bermain di playground sudah cukup membuat kami punya waktu berkualitas.
Yang penting bukan tempatnya, tetapi kehadiran kita. Saat saya benar-benar ikut bermain, mendengarkan ceritanya, atau sekadar tertawa melihat tingkahnya, rasanya hubungan kami jadi semakin dekat.

4. Orang Dewasa Juga Perlu Menjaga Kondisi Tubuh
Menemani anak bermain ternyata cukup menguras tenaga. Berlari kecil, membungkuk, menggendong, atau naik turun permainan membuat saya sadar bahwa menjaga kebugaran bukan cuma kebutuhan anak.
Begitu juga dengan mata. Saya perlu memperhatikan kapan mata mulai terasa lelah, apalagi ketika aktivitas dilakukan di luar ruangan atau saya terlalu lama melihat layar HP untuk mengambil foto dan video.
Oh ya, sekarang saya berusaha gak memaksakan diri ketika mata mulai terasa gak nyaman. Saya biasanya berhenti sebentar, mengalihkan pandangan dari layar, dan memberikan waktu untuk mata beristirahat.
5. Hal Kecil yang SePeLe Jangan Sampai Mengganggu Momen
Ini mungkin pelajaran yang paling saya rasakan. Ketika sedang menemani ponakan, saya ingin benar-benar hadir. Bukan malah sibuk mengeluhkan mata yang terasa pedas atau perih.
Karena itu, saya mulai lebih memperhatikan beberapa hal sederhana untuk menjaga kenyamanan mata. Menghindari angin yang langsung mengenai mata, memakai pelindung saat berada di bawah terik matahari, mengurangi kebiasaan terlalu lama menatap layar, dan cukup beristirahat menjadi beberapa cara yang saya lakukan.
Saya juga mulai mencari solusi yang praktis untuk membantu ketika mata terasa kering atau gak nyaman.
Ketika Mata Mulai SePeLe, Saya Pilih Lebih Peduli
Dari pengalaman menemani ponakan bermain, saya akhirnya memahami bahwa menjaga kesehatan mata gak harus menunggu sampai keluhannya terasa berat. Apalagi saya masih ingin punya banyak kesempatan untuk mengajaknya jalan-jalan dan mencoba berbagai aktivitas baru.
Saat mata terasa sepet, pedas, atau lelah, saya memberikan jeda terlebih dahulu. Saya juga berusaha lebih sering berkedip dan gak terus-terusan melihat layar HP ketika sedang bermain bersamanya.
Kalau berada di playground outdoor, saya lebih memperhatikan kondisi sekitar, termasuk paparan debu, angin, dan udara panas. Sementara ketika bermain indoor, saya menghindari posisi yang membuat hembusan AC langsung mengenai wajah.
Dari sinilah saya kemudian mengenal INSTO DRY EYES. Buat saya, keberadaan tetes mata yang praktis cukup membantu ketika muncul rasa gak nyaman akibat mata kering. Saya menggunakannya sesuai petunjuk pada kemasan untuk membantu meredakan gejala yang saya rasakan.
Bagi saya, pesan #InstoDryEyes #BebasMataKering #MataSePeLeJanganSepelein juga terasa dekat dengan pengalaman sehari-hari. Sesuatu yang awalnya terlihat kecil ternyata bisa memengaruhi kenyamanan ketika kita sedang melakukan aktivitas yang kita sukai.
Dan saya masih punya satu pelajaran lagi dari semua ini: jangan sampai terlalu sibuk mengabadikan momen sampai lupa menikmati momennya.

Biar Ponakan Senang, Mata Saya Juga Harus Nyaman
Saya rasa salah satu alasan saya senang mengajak ponakan jalan-jalan adalah karena saya gak mau masa kecilnya hanya diisi dengan bermain di dalam rumah. Saya ingin dia melihat banyak hal, bertemu orang lain, mencoba permainan baru, dan punya cerita kecil yang bisa dikenang.
Entah nanti dia masih ingat atau gak dengan playground yang pernah kami datangi, lomba merangkak yang pernah diikuti, atau momen ketika saya “culik” sebentar untuk jalan-jalan, saya gak tahu. Yang jelas, saya menikmati setiap prosesnya.
Saya sih menganggap ponakan ini sudah seperti anak sendiri. Makanya, ketika ada waktu luang, saya senang mengajaknya melakukan berbagai aktivitas. Kadang sederhana, kadang spontan, tetapi justru momen seperti itu yang sering terasa paling menyenangkan.
Saya juga belajar bahwa menemani anak bermain berarti harus benar-benar hadir. Bukan sekadar duduk sambil sibuk dengan ponsel. Kalau dia sedang berlari, saya ikut memperhatikan. Kalau dia menemukan permainan baru, saya ikut melihat. Kalau dia mengajak bermain, sebisa mungkin saya ikut.
Tahu gak, sejak lebih memperhatikan kondisi mata, saya justru merasa lebih menikmati waktu bersamanya. Saya gak lagi terlalu lama menatap layar hanya untuk mengecek foto atau video. Beberapa momen cukup saya simpan di galeri, sementara sisanya saya simpan di ingatan.
Oh ya, menjaga kesehatan mata juga gak berarti harus mengurangi keseruan bermain. Justru dengan memberikan jeda, cukup beristirahat, menjaga kenyamanan saat berada di luar ruangan, dan menggunakan tetes mata sesuai kebutuhan, saya bisa tetap aktif menemani ponakan.

Cerita yang Menyenangkan
Pada akhirnya, saya ingin setiap kunjungan ke playground menjadi cerita yang menyenangkan, bukan cerita tentang mata yang terasa sepet atau pedas. Karena ketika ponakan sedang tertawa, berlari, dan mencoba sesuatu yang baru, saya ingin bisa melihat semuanya dengan nyaman.
Buat saya, itulah kenapa Mata SePeLe tetap perlu diperhatikan. Jangan menunggu rasa gak nyaman mengganggu aktivitas yang sebenarnya sangat kita nikmati.
Saya akan tetap mengajak ponakan bermain, tetap ikut tertawa, tetap mengambil beberapa foto, dan tentu saja tetap menikmati quality time kami. Bedanya, sekarang saya lebih sadar untuk menjaga diri sendiri juga.
Salah satunya dengan menyediakan INSTO DRY EYES ketika dibutuhkan dan menggunakannya sesuai petunjuk penggunaan.
Sebab, ponakan mungkin akan terus bertambah besar dan permainan di playground akan berganti dengan pengalaman-pengalaman baru. Tapi saya ingin tetap menjadi tante yang bisa diajak bermain, berjalan-jalan, dan menemani banyak cerita berikutnya.
Dan semoga, setiap kali kami pergi bersama, bukan cuma dia yang pulang membawa pengalaman baru. Saya pun pulang membawa satu kenangan lagi yang layak disimpan. ❤️