9 Kesalahan dalam Mengatur Keuangan Rumah Tangga. Waspadalah!

kesalahan dalam mengatur keuangan harus dihindari

Kesalahan dalam mengatur keuangan memang harus dihindari demi mencapai kesejahteraan finansial. Kejamnya dunia finansial sudah sewajarnya kita perhitungkan sedari dini. Jangan sampai kita terkena dampaknya hanya karena setitik kesalahan yang dilakukan karena ini sangat berpengaruh untuk masa depan.

Berapa banyak orang terjatuh secara finansial hingga ia harus menanggung beban hutang yang begitu besar. Ya, jangan sampai kamu mengalami itu. Apalagi saat ini kamu sudah berumah tangga dan memiliki banyak mimpi untuk membangun usaha.

Banyak pengusaha yang tak sedikit mengalami kerugian karena perhitungannya meleset, apalagi jika salah dalam pengelolaan keuangan. Jadi, waspadalah!

Pentingnya Manajemen Keuangan Rumah Tangga

Tak sedikit dari pengantin baru yang mengalami kesulitan dalam mengatur keuangan rumah tangga. Ini sangat dimaklumi karena mereka sedang beradaptasi dengan sistem kehidupan baru, tak terkecuali goal untuk finansial mereka. Pentingnya mengatur keuangan sendiri memang wajib disadari, lalu dipraktekkan untuk menghindari risiko yang tak diinginkan.

Me-manage keuangan rumah tangga harus menjadi prioritas. Apa sih manajemen keuangan rumah tangga itu? Nah, manajemen keuangan rumah tangga adalah seni pengelolaan keuangan yang dilakukan oleh individu atau keluarga demi mewujudkan kondisi finansial yang sehat, efektif dan bermanfaat.

Tentu saja, ini dalam rangka meminimalkan kesalahan dalam mengatur keuangan.

Bendahara Keuangan Rumah Tangga

Tugas “Bendahara” Rumah Tangga dalam Mengatur Keuangan

Bendahara dalam rumah tangga, entah itu suami ataupun istri harus pandai menghindari kesalahan dalam mengatur keuangan. Teruslah berhati-hati dan meningkatkan kreativitas dalam mengelola uang agar semua berjalan sesuai rencana.

Pengelolaan dana operasional, liburan, angsuran, sekolah anak, perawatan kesehatan, atau dana sosial harus diatur sebaik mungkin. Nah, salah satu kunci kesuksesan keluarga adalah saat “bendahara” mampu menjalankan tugasnya dengan baik.

Kesalahan dalam Mengelola Finansial yang Harus Dihindari

Bagaimana jika kamu atau pasangan mengalami kesalahan dalam mengatur keuangan? Tentu, ini akan menjadi masalah baru. Peluang untuk memperbaiki kesalahan perihal pengelolaan finansial sangatlah kecil. Apalagi urusan mengatur keuangan rumah tangga sungguhlah rumit, karena akan selalu melibatkan suami, istri, anak-anak bahkan pihak lain yang terkait dengan ini.

Masalah keuangan yang masih ringan bisa jadi lebih mudah diatasi. Namun bagaimana jika masalah keuangan sudah makin rumit dan melibatkan banyak pihak? Tentu ini akan berdampak besar bagi kehidupan finansial keluarga di masa depan.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, berikut adalah beberapa kesalahan dalam mengelola finansial yang wajib dihindari saat mengelola keuangan rumah tangga.

1. Berinvestasi tanpa Perhitungan Matang

Peluang investasi di jaman sekarang sangatlah besar dan menggiurkan sehingga tak heran banyak orang tertarik dengan itu. Mau bermain saham atau real estate sah-sah saja, asal kamu sudah berbekal banyak informasi tentang pilihan investasi kamu dan paham tentang segala risikonya.

2. Gaya Hidup Boros dan Mengejar “Trend”

Tak sedikit orang yang rela ‘membakar’ uang demi mengejar up to date. Selain gadget yang menawarkan produk berteknologi tinggi, ada pula tipe seseorang yang senang mengejar hal-hal baru, entah itu fashion, nongkrong di kafe kekinian, jalan-jalan ke luar negeri dsb.

Hati-hati, jangan sampai itu kamu lakukan demi gengsi sehingga harus menghalalkan segala cara untuk meraihnya, misal menguras tabungan bahkan berhutang.

3. Tidak Menyusun Anggaran

Menyusun anggaran tampak ribet sehingga malas melakukannya? Ya, wajar-wajar saja karena urusan yang satu ini memang butuh ketelitian dan proses perhitungan yang rumit.

Namun, jika ini bisa dilakukan secara rutin, tak menutup kemungkinan ini akan menyelamatkan keuangan rumah tangga karena alokasi dana yang tepat, juga kontrol pengeluaran yang lebih bijak. Ya, karena feeling analysis saja tak cukup.

4. Tidak Sedia Dana Darurat

Dana darurat sangatlah penting untuk dimiliki, terlebih jika ini untuk keperluan dadakan atau kejadian yang tak diinginkan, misalnya sakit. Mana ada sakit itu ditoleransi dengan proses penyembuhan yang diulur waktunya? Kecuali punya asuransi dimana ada jaminan pembiayaan, mungkin sedikit meringankan.

Oleh karenanya, setiap pengelola keuangan dalam rumah tangga harus menyadari ini.

Hindari kesalahan dalam mengatur keuangan

5. Tidak punya Tabungan

Salah satu faktor penting saat mewujudkan finansial yang sehat adalah memiliki tabungan. Tabungan ini sifatnya macam-macam, mungkin tabungan pendidikan, tabungan konvensional, tabungan berjangka, tabungan haji dsb. Sebaiknya ini sangat disadari untuk menghindari risiko keuangan di masa mendatang.

6. Kecanduan Kartu Kredit

Bunga 0 (nol) persen dalam program kartu kredit tertentu sering menjadi alasan kuat untuk memanfaatkannya. Tapi berhati-hatilah, gaya hidup demikian bisa menjadi “toksik” bagi kehidupan rumah tangga karena jelas menggiring kita pada pola konsumtif, apalagi tidak disesuaikan dengan porsi penghasilan per bulannya.

7. Mengabaikan Perencanaan Pensiun

Pertambahan usia memang tampak berbanding terbalik dengan produktivitas. Oleh karenanya, menyadari bahwa masa tua itu butuh dipersiapkan secara matang adalah hal baik, apalagi jika misi hidup yang dipegang adalah tak ingin menyusahkan anak di hari tua nanti.

Selagi masih muda, perencanaan pensiun harus dipersiapkan, mungkin dengan cara menabung, berinvestasi atau ikut asuransi hari tua.

8. Meremehkan Asuransi

Tak dapat dipungkiri, premi per bulan yang kita bayarkan untuk asuransi bisa menjadi malaikat penyelamat saat kita benar-benar membutuhkan. Berapa banyak orang yang mengalami kerugian finansial akibat kecelakaan, sakit, kebakaran atau bencana alam lainnya.

Karena kemungkinan buruk bisa terjadi di masa mendatang, proteksi diri sewajarnya menjadi prioritas.

9. Terlalu Loyal kepada Orang Lain  

Memberikan pinjaman uang kepada orang lain itu baik. Namun jika berpengaruh negatif terhadap tabungan maupun anggaran bulanan rumah tangga, sebaiknya ini dihindari.

Apalagi buat kamu yang suka loyal kepada orang-orang terdekat dengan traktir sana-sini, jangan sampai hobi menyenangkan orang lain ini justru membuat dompetmu terkuras.

Mengelola keuangan rumah tangga adalah tanggung jawab bersama. Jaga komunikasi dengan pasangan agar keuangan finansial selalu sehat dan aman.

Riana Dewie

7 thoughts on “9 Kesalahan dalam Mengatur Keuangan Rumah Tangga. Waspadalah!

  1. Beberapa hal diatas aku setuju sih. Seperti kartu kredit, dana darurat dan investasi itu yang memang suka terabaikan ketika diawal-awal menikah. Belum lagi ada bocor halus lainnya, duh ujian banget pokoknya.

  2. kondisi seperti sekarang ini, terutama sepanjang pandemi semua pengaturan uang rumah tangga jadi bener-bener berantakan, segala yang disiapkan jatuh ke titik nol bahkan ada yang minus, jadi saatnya untuk kembali ke dasar nih, biar gak tenggelam lagi hehehe

  3. beberapa alasan diatas aku juga pernah ngalamin sih mba, mengabaikan dana darurat
    ujian banget diawal2 itu, karna berfikir ah kalo untuk kesehatan udh ada asuransi eh rupanya salah dng, ada aja bocor halus nya dan kurang

  4. Iya banget niih..
    Sedikit sedikit tapi kalau dikumpulin ternyata latte factor banget.
    Baiknya memang seimbang dalam pengeluaran dan pemasukan. Jangan lupa untuk investasi dan menabung.

Tinggalkan Balasan

Hi, terimakasih atas kunjungannya. Silakan bertanya atau berdiskusi dengan menulis di kolom komentar.