Cara Sabar Menghadapi Mertua Galak dan Cerewet

Inilah Cara Sabar Menghadapi Mertua

Cara sabar menghadapi mertua galak dan cerewet memang masih menjadi pekerjaan berat bagi sebagian orang. Sering mendengar tentang ketidakcocokan antara mertua dan menantu? Ah, ini memang masalah klasik yang seakan tidak akan pernah ada habisnya.

Apalagi kalau menantu perempuan bertemu dengan ibu mertua yang super cerewet. Andai tidak ada yang mengalah, bisa-bisa perang dunia tiap hari nih.. Hehehe.

Sejatinya pernikahan bukan hanya mempersatukan dua insan, namun juga dua keluarga. Oleh karena itu, dibutuhkan toleransi diantara keduanya agar hubungan selalu baik.

Bagaimana jika sebagai menantu, kamu sering merasa disalahkan bahkan seakan-akan mertuamu lah yang selalu merasa paling benar?

Sulit memang untuk mengambil hati mertua, apalagi kultur budayanya sudah berbeda. Apalagi mertua terlalu ikut camput dalam urusan internal rumah tangga, ini pasti sangat mengganggu. Nah, bagaimana ya mengatasi ini semua?

Ciri-Ciri Calon Mertua yang Tidak Baik

Pernah gak sih kamu dan pasangan bertengkar gara-gara kata mertua? Nah, ini sangat bahaya jika diteruskan, apalagi jika label mertua toksik sudah semakin terasa di kehidupan rumah tangga kamu.

Agar lebih memahami, pahami dulu yuk tipe mertua toksik yang sering menghantui para menantu.

1. Suka Menyinggung Perasaan

Pernah mendengar perkataan yang menyakitkan hati dari ibu mertua? Jika ini pernah kamu alami, bahkan berkali-kali, sebaiknya memang kamu harus hati-hati.

Jika ada kesempatan, ajaklah mertua mengobrol dari hati ke hati. Jika mertua semakin marah, kamu sebaiknya diam dulu sambil menunggu suasana lebih dingin.

Menantu sering kesusahan menghadapi mertua (pexels.com)

2. Hobi Mengadu Domba

Namanya orang tua pastinya ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya. Namun jika nasihat ibu mertua ke suami justru berdampak negatif bagi kehidupan rumah tangga, ini berarti ada yang tak beres.

Terbuka dalam berumah tangga memang wajib dilakukan jika kamu dan suami mengalami ini.

3. Berkuasa Saat Pengambilan Keputusan

Saat mengambil keputusan penting, suasana akan semakin kacau jika mertua ikut campur didalamnya. Apalagi jika mertua merasa berhak untuk memaksakan idealisme atau keputusannya.

Atasi ini dengan tegas menolak ide ibu mertua jika memang berlawanan dengan hati nurani. Ya, cara sabar menghadapi mertua galak dan cerewet memang tak mudah, namun bisa diusahakan jika kamu mau.

Selalu Disalahkan Mertua? Menantu Wajib Lakukan Ini!

Ah, cara sabar menghadapi mertua menyebalkan memang berat dilakukan. Sebagai menantu memang seharusnya cenderung mengalah untuk selalu menyeimbangkan situasi agar tak semakin panas. Namun jika memang sudah keterlaluan, sebaiknya kamu juga berani bersikap agar tak terulang.

Cara mudah agar tak terjadi kesalahpahaman dengan suami adalah langsung menginformasikan kepada suami masalah yang terjadi dengan mertua secara jujur.

Hal ini dapat meminimalkan kesalahpahaman antara kamu dan pasangan. Setidaknya sebagai menantu, kamu bisa mencari cara menghadapi mertua yang menyebalkan.

Inilah Cara Menghadapi Mertua Egois

Nah, hal-hal di atas sebagai pemahaman dasar saja bahwa menghadapi mertua yang suka ikut campur dalam kehidupan rumah tangga memang tak mudah. Tapi jangan khawatir, kamu bisa juga berdamai dan memperbaiki hubungan agar lebih harmonis dengan mertua.

Bagaimana caranya?

1. Memiliki Kesabaran Tinggi

Jika perlakuan mertua banyak yang tak sesuai dengan keinginan kamu, jangan dilawan dengan ucapan kasar atau perlakukan yang kurang baik. Sebaiknya kamu terus bersabar sambil terus sharing kepada pasangan untuk mencari solusi terbaiknya.

2. Rumah Terpisah Dari Mertua

Walau menyewa rumah itu butuh biaya lebih, namun setidaknya ini bisa mengurangi campur tangan mertua terhadap kehidupan rumah tanggamu bersama suami.

Disini kalian berdua bisa memutuskan segala hal dengan pikiran jernih serta merasakan hidup yang lebih damai. Ini bisa menjadi cara menghilangkan sakit hati pada mertua jika kondisinya sudah mengkhawatirkan.

3. Memahami Apa Keinginan Mertua

Jika mertua terus-terusan ikut campur sana sini, cobalah mencari tahu apa sesungguhnya yang mertua inginkan. Mungkin ada satu harapannya yang belum terwujud sehingga ia akan selalu khawatir dan berusaha mengatur kehidupan rumah tangga kalian.

4. Buktikan Kamu Bisa Merawat Rumah Tangga

Nah, mengurus segala hal dalam rumah tangga memang butuh kerja keras. Namun jika ini bisa dijadikan media untuk membuktikan bahwa kamu bisa menjaga rumah tangga dengan baik, bisa jadi mertua menyadari bahwa ketakutannya selama ini salah dan hubungan bisa harmonis kembali.

5. Hindari Perdebatan dengan Mertua

Sudah menjadi rahasia umum bahwa orang tua memang tak selalu mau menerima saat diberi nasihat atau kritik oleh anak. Karena itulah kamu sebagai menantu harus pandai menahan diri dari kata-kata kasar yang bisa membuat mertua makin gak respect dengan kamu.

Salah satu caranya adalah berbicara dari hati ke hati tentang masalah yang sedang dihadapi.  

Mertua
Mertua (pixabay.com)

6. Hindari Curhat Berlebihan dengan Mertua

Orang tua biasanya akan kepikiran saat dicurhati masalah rumah tangga anaknya. Oleh karena itu, hindari terlalu sering membicarakan masalah rumah tangga agar tak menambah beban mertua.

Cukup menginformasikan hal-hal baik yang akan membuat mertua berbaik sangka kepada kamu sebagai menantunya.

7. Selalu Berpikiran Positif

Nah, ini harus selalu kamu pupuk bersama pasangan agar tak jatuh ke dalam masalah yang lebih parah. Mengikuti keinginan mertua terus-terusan memang tak membuat kita nyaman. Namun coba dipahami kembali, mungkin maksudnya baik dan demi masa depan kalian berdua.

***

Cara sabar menghadapi mertua galak dan cerewet memang terasa sulit dilakukan, tapi tak ada salahnya dicoba.

Nah, menciptakan hubungan harmonis bersama ibu atau bapak mertua sesungguhnya mudah. Ya, bersikaplah baik dan mengontrol diri untuk terus berbicara baik saat bersama mertua. Semoga kamu dan mertua selalu akur ya 🙂

Riana Dewie

Tinggalkan Balasan

Hi, terimakasih atas kunjungannya. Silakan bertanya atau berdiskusi dengan menulis di kolom komentar.