Buku Pengalaman Bisnis “Kok Bisa Gitu”, Tersadis!

membaca buku pengalaman bisnis 2021

Missriana.com – Diantara buku pengalaman bisnis yang saya temukan, beberapa diantaranya memang renyah dibaca dan menginspirasi. Salah satunya adalah buku dengan cover merah dari seorang pejuang bisnis kuliner di Jogja, Fabian Budi Seputro. Warung Sate Ratu-nya sudah saya kenal sejak tahun 2017.

Saat itu pertemuan perdana saya dengan sang owner adalah saat warungnya masih berada di area kuliner Jogja Paradise bagian depan yang ada di Jalan Magelang, Jogja. Buku pengalaman bisnis ‘SATE RATU, Kok Bisa Gitu? Rahasia Memiliki Pelanggan dari 85 Negara’ seakan menjadi pengingat bahwa bisnis harus dirawat dengan sungguh-sungguh.

Buku tentang Memulai Usaha dari Nol

Sembari dijamu seporsi sate merah dan segelas teh tubruk oleh sang owner, saat itu saya juga menerima banyak kucuran pengalaman yang tentu menjadi ilmu bergizi bagi saya pribadi. Sesekali bercerita tentang proses pengembangan bisnis dari nol yang tak mudah, sesekali menceritakan hal-hal menyenangkan saat menjalankan usahanya.

Penulis buku pengalaman bisnis, Fabian Budi Seputro
Fabian Budi Seputro, Penulis Buku pengalaman Bisnis ‘Kok Bisa Gitu’

Jika penasaran dengan perjalanan Sate Ratu, owner telah menuliskannya dalam sebuah buku pengalaman bisnis yang penuh dengan pesan edukatif. 

Pengalaman Berkarier di Dunia Entertainment 

Sebelum menjadi pebisnis di bidang kuliner, Fabian Budi Seputro selaku owner adalah sosok yang cukup dikenal di dunia entertainment dengan posisi pekerjaan yang bagus. Namun, karena ia memiliki mimpi untuk memiliki usaha sendiri yang bisa diwariskan kepada sang anak, akhirnya ia pun mengundurkan diri dari pekerjaan yang digelutinya puluhan tahun tersebut.

Selain itu, alasan untuk bebas mengatur waktu kerja, lebih ingin rileks serta menguji kualitas diri sendiri dalam membangun bisnis juga menjadi alasan ia keluar dari zona nyaman tersebut.

Merintis Usaha Bersama Teman

Bersama tiga kawannya, ia membuka usaha kuliner bertema ‘angkringan’ selepas resign dari pekerjaan. Mengapa angkringan? Karena menurutnya, banyaknya warung angkringan di Jogja yang belum memberi pelayanan seperti yang ia harapkan. Apalagi potensi pasar untuk bisnis ini masih lumayan bagus untuk dikembangkan. “Angkringan Ratu”, brand pertama yang diluncurkan hingga memiliki pelanggannya sendiri.

Sempat membuka beberapa cabang, namun akhirnya ditutup kembali karena berbagai alasan. Seiring berjalannya waktu, parter yang tergabung mulai mengundurkan diri satu per satu karena ……(baca sendiri di bukunya ya). Akhirnya, tinggallah owner seorang diri dan berjuanglah ia bersama sang istri untuk mengembangkan bisnis ini.

Motivasi Buku Pengalaman Bisnis Kuliner

Buku pengalaman bisnis yang dicetak pertama kali di bulan Januari 2021 ini berisi tentang perjuangan bisnis Sate Ratu yang penuh dengan liku-liku. Ada masa perjuangan, ada masa pencapaian dan yang tak kalah penting adalah masa untuk merawat atau melestarikan yang sudah ada.

Setelah buku pertamanya “Budi Seputro – Leaving the Comfort Zone” sukses memberikan motivasi kepada banyak orang, kini buku keduanya diharapkan menyentuh pembaca untuk terus berjuang akan mimpi-mimpinya, terutama saat berbisnis. Kurang lebih berisi tentang trik dan rahasia berbisnis agar awet dan memiliki pelanggan setia.

Menentukan Menu Autentik

sate merah dengan rasa juicy
Menu Sate Merah Kesukaan Pelanggan

Sate Ratu adalah bisnis kuliner yang dikonsep sebagai warung makan yang autentik, memiliki kekhasan Jogja dan hanya ada di Jogja. Itulah salah satu alasan sang owner enggan membuka cabang di daerah lain. Sajian yang paling disukai oleh tamu adalah sate merah, sate lilit basah, ceker tugel juga sate kanak. Masing-masing memilik taste-nya sendiri. Penasaran gimana rasanya? Saya sih sudah mencoba semuanya 😀

Teknik Mengolah Makanan

Produk utamanya, Sate Merah, harus diolah dengan treatment khusus sehingga harus ditangani oleh orang yang berpengalaman. Karyawan pun diberi keterampilan untuk membakar sate dengan cara khusus. Alasannya? Ya, karena proses pembakaran yang subyektif ini butuh waktu yang tak sebentar untuk membuat produk sate merah lebih enak dan juicy.

sate merah di warung sate ratu saat dibakar
Proses pembakaran sate membutuhkan skill khusus

Keunggulan lainnya, semua produknya diolah dadakan sesuai pesanan sehingga bisa ditebak bahwa kualitas makanan yang disajikan lebih sehat dan fresh. Cara mengolah makanan yang baik itu dan disukai banyak pelanggan itu yang seperti apa sih? Yuk pesan bukunya saja biar gak penasaran 🙂

Memenangkan Kompetisi Kuliner Tingkat Nasional

Inovasi dari waktu ke waktu membuat Sate Ratu memiliki banyak penggemar setia, bahkan membuatnya mendapatkan deretan apresiasi membanggakan. Di tahun 2018, ‘Certificate of Excellence’ from Trip Advisor diraihnya karena banyaknya testimoni positif dari pelanggannya. Masih di tahun sama, penghargaan ‘Indonesia Award for Excellence in Restaurant’ juga sukses digenggam.

Tak hanya itu, Sate Ratu juga menjadi 22 besar Finalis Nasional Penerus Warisan Kuliner Kecap Bango dari 7000 peserta. Menjadi satu dari 95 Food Startup Indonesia yang terkurasi dari ratusan food startup se-Indonesia (oleh BEKRAF) tentu membanggakan. Dan yang masih anget, warung sate ini juga sukses menyabet gelar “Juara Nasional Kategori Sate, Unilever Food Solution, NGULIK RASA 2019”. Wow 😀

Menolak Kerjasama Franschise 

Sejak awal berdiri, sang owner tak tertarik untuk mengembangkan bisnis ini dengan sistem franchise, walau tak sedikit yang berusaha meminangnya. Baginya, hanya perusahaan yang sudah benar-benar kuat dan teruji yang bisa di-franchise-kan. Itupun belum tentu berhasil karena dari pengalaman yang ia dengar, kualitas pengelolaan usaha di warung cabang belum tentu sama dengan warung pertama.

Tentu ini lambat laun akan mengurangi kepuasan pelanggan bahkan mempertaruhkan brand yang sudah lama dirintisnya. Ada belasan alasan lain yang membuat owner dengan tegas mengatakan “tidak” untuk franchise. Mau tahu? Pesan saja bukunya langsung, biar ilmu berbisnisnya bertambah 😀

Cerita Unik Pengalaman Berjualan

Ada banyak pengalaman unik dan menarik dari owner Sate Ratu yang tertulis di buku ini. Ada pengalaman menyenangkan, namun sesekali yang tak menyenangkan terkadang mewarnai. Hihihi.. Saya sempat tertawa saat salah satu halaman dari buku ini yang menyinggung soal tamu inspiratif dan tamu reseh. Iya, sebagai pengusaha pastinya akan menemukan situasi tak menentu, dan dibutuhkan hati yang lapang agar tetap bisa memberikan pelayanan terbaik.

Tamu low profile dan jujur pernah datang ke warung Sate Ratu, bahkan diantaranya melakukan membelian dalam jumlah yang tak sedikit. Tentu sang owner senang karena produknya laris manis. Di sisi lain, ada pula tamu yang banyak nambah ini itu tapi gak mau kena tambahan biaya, atau tamu berpenampilan catchy yang ternyata meninggalkan warung tanpa membayar bill. Humm, menyedihkan memang 🙁

sate lilit basah rasanya gurih
Menu Sate lilit Basah yang Menggoyang Lidah

Dikunjungi Pelanggan dari 85 Negara   

Nah, yang satu ini berita baiknya. Tahu gak sih hingga awal tahun 2021 ini, Sate Ratu sudah dikunjungi ribuan konsumen dari 85 negara di dunia? Ya, tamu dari negara Nepal ini dengan bangga membawa benderanya dalam video testimoni yang diputar di warung Sate Ratu. Berslogan “kesukaan turis mancanegara dan Indonesia”, warung Sate Ratu memang patut diacungi jempol.

Menjalin Interaksi Intens dengan Tamu  

Menjadi cita-cita sang owner bahwa suatu saat ketika memiliki usaha atau bisnis, ia akan membuat para pelangganan bisa “dekat” dengan pemiliknya. Menyiapkan menu pesanan dengan ramah tamah, mengajak pelanggan berinteraksi tentang hal-hal yang mereka sukai, mendengarkan keluh kesah pelanggan dengan senang hati dan menerima kritik saran yang bersifat membangun demi masa depan bisnis yang lebih baik adalah hal yang selalu dilakukannya. Nah, kalau dapat customer yang nyebelin gimana? Tetap dilayani dengan baik, katanya.   

Memberikan Pelayanan Terbaik

Menyadari bahwa untuk mengembangkan bisnis ini bukan menjadi hal mudah, sang owner yang berjuang bersama istri dan managernya ini pun sangat menganut paham ‘mau menerima komplain’. Baginya, komplain adalah sebuah peluang untuk menggaet pelanggan yang berpotensi setia apabila pemilik usaha terbuka untuk menerima keluhan dan bersedia menyelesaikannya dengan cepat.

Kesimpulan Buku Pengalaman Bisnis ‘Kok Bisa Gitu’

Tak hanya bergelar sebagai warung sate di Jogja yang sudah dikunjungi tamu hampir dari 100 negara. Lebih dari itu, sematan berbagai apreasiasi atas performa bisnis kuliner ini memang patut diacungi jempol. Menjadi satu dari tiga pemenang utama yang meraih 50 juta rupiah tentu menjadi prestasi tersendiri, walau tak melulu harus dikaitkan dengan nilai rupiahnya.  

juara nasional ngulik rasa 2019 untuk sate ratu
Prestasi Bisnis Warung Sate Ratu

Gelar “Juara Nasional Kategori Sate, Unilever Food Solution, NGULIK RASA 2019” menjadikan sate ratu dan seluruh kru yang berjuang di dalamnya semakin bangga akan kualitas produk Sate Ratu memang pantas diacungi jempol.

Ada banyak kisah unik juga alasan pelanggannya semakin cinta dengan Sate Ratu. Jika ingin tahu lebih banyak, ngulik seluk beluk tentang pengembangan bisnis dari nol, silakan langsung memesan buku ini dengan DM ke IG @sateratu. Sangat bermanfaat.

Ada sebuah pesan emas dari Fabian Budi Seputro dalam buku pengalaman bisnisnya kepada para pejuang bisnis kuliner. Setiap tamu yang datang hendaknya diperlakukan spesial karena bisa jadi tamu tersebut akan merasa puas dan merekomendasikannya kepada yang lain.

Riana Dewie 

14 thoughts on “Buku Pengalaman Bisnis “Kok Bisa Gitu”, Tersadis!

  1. Ini belum baca bukunya
    Masih baca artikelnya mbak riana aja udah seru banget
    Seneng banget, serasa ikut interview dengan beliau
    Semoga makin banyak pemuda2 yg terinsprasi

  2. Pengalaman Berwirausaha dari Nol kalau dibukukan keknya emang jadi Keren 😎

    Karena butuh Perjuangan, Kesabaran dan Tekad yang Menginspirasi 😎

  3. Sate Ratu ini bisnis lokal yang sukses ya? Hingga mungkin bisa dikatakan, kalau ke Jogja kudu mampir makan di sini. Termasuk kearifan lokal di bidang kuliner ini berarti. 🙂

    Suka banget dengan pesan emas dari Fabian Budi Seputro, “Setiap tamu yang datang hendaknya diperlakukan spesial karena bisa jadi tamu tersebut akan merasa puas dan merekomendasikannya kepada yang lain.” Dari sudut pandang konsumen, saya bakal pilih balik lagi ke tempat di mana saya diperlakukan baik. Kata lainnya, unique selling point yang jadi andalan.

  4. Sate Ratu ini bisnis lokal yang sukses ya? Hingga mungkin bisa dikatakan, kalau ke Jogja kudu mampir makan di sini. Termasuk kearifan lokal di bidang kuliner ini berarti. 🙂

    Suka banget dengan pesan emas dari Fabian Budi Seputro, “Setiap tamu yang datang hendaknya diperlakukan spesial karena bisa jadi tamu tersebut akan merasa puas dan merekomendasikannya kepada yang lain.” Dari sudut pandang konsumen, saya bakal pilih balik lagi ke tempat di mana saya diperlakukan baik. Kata lainnya, unique selling point yang jadi andalan.

  5. Saya senang banget dengan kutipan ‘ingin menjalin interaksi intens dengan tamu’. Karena saya pernah ngalamin makan di sebuah restoran yg ownernya sangat ramah ketika turun langsung di restoran..menyapa pengunjung dan mengajak ngobrol walo cuma sebentar. Dan hal tsb jadi nilai plus tersendiri. Semoga sate Ratu terus berkembang ya..jadi penasaran pengen baca bukunya.

  6. Jadi penasaran sama kisah pebisnis ini, eh lebih penasaran lagi sama satenya.
    Semoga suatu saat bisa menikmati kelezatan sate ratu ini.

  7. Penasaran dengan sate dan bukunya, ga mudah untuk seorang yg tadinya punya posisi bagus di pekerjaan, hrs menguji rejeki lewat jalur entrepreneur sampau bisa sesukses sekarang. Bukunya bisa didapatkan dimana aja mbak?

  8. jujur, aku gak penasaran dg bukunya. karena sejak dulu aku nggak tertarik dg bisnis jual2 kuliner. tau diri, gak ulet. tapi aku penasaran dg rasa satenya, huhu … dasar!

  9. Baru aja lihat video tentang sate ratu ini, katanya jadi salah satu sate yang sering didatangin wisatawan kalo pas main ke Jogja. Jujur jadi penasaran sih sama rasanya, apalagi tahu latar belakang pengalaman bisnis terkait. Kalau bisa ke Jogja lagi kayaknya harus coba deh

  10. Keren banget mba. Aku juga setuju kalau kita sebagai penjual harus memperlakukan pelanggan dengan istimewa. Karena kadang dari sikap sederhana seperti ini dapat memberikan manfaat positif buat usaha kita. Jadi penasaran dengan rasa satenya.

  11. Wah tertarik banget sama bukunya. Dari dulu selalu suka baca kisah sukses orang yang memulai usaha dari nol. Niatnya biar ketularan. Hehwhw

  12. Unik sekali yaa..
    Biasanya bisnis sukses, bakalan dijadikan frenchise.
    Untuk menjaga “rasa” dan ke-authentic segalanya, penting banget untuk gak mudah menyerahkan bisnis pada pihak ketiga yaa..

  13. Beberapa kali ke Yogya namun saya belum pernah dengar tentang Sate Merah ini, wah berasa ketinggalan banget. Baca review Mbak Riana aja udah kebayang betapa seru dan menantang perjuangan owner Sate Merah ini mengembangkan bisnisnya.

Tinggalkan Balasan

Hi, terimakasih atas kunjungannya. Silakan bertanya atau berdiskusi dengan menulis di kolom komentar.